{"id":1083,"date":"2025-05-17T04:50:12","date_gmt":"2025-05-17T04:50:12","guid":{"rendered":"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/?post_type=docs&#038;p=1083"},"modified":"2025-05-17T06:16:56","modified_gmt":"2025-05-17T06:16:56","password":"","slug":"aspek-keuangan-2","status":"publish","type":"docs","link":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/docs\/aspek-keuangan-2\/","title":{"rendered":"Aspek Keuangan"},"content":{"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\">51.\u00a0PI_F_AL_01:\u00a0<em>Return on Equity<\/em>\u00a0(ROE)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari modal (ekuitayang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"392\" height=\"66\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image057.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1085\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image057.png 392w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image057-300x51.png 300w\" sizes=\"(max-width: 392px) 100vw, 392px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong>&nbsp;Jika laba bersih dan ekuitas keduanya negatif, maka nilai ROE adalah 1.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Bersih Setelah Pajak:<\/strong>\u00a0Selisih lebih antara total pendapatan dan total beban dalam satu periode (satu tahusetelah dikurangi pajak penghasilan (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Ekuitas:<\/strong>\u00a0Total modal ditambah cadangan, atau total aset dikurangi total kewajiban (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba bersih setelah pajak:<\/strong>\u00a0Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah ekuitas:<\/strong>\u00a0Nilai jumlah ekuitas (modal + cadangadari Laporan Neraca.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan hasil audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catatan:<\/strong>\u00a0Penilaian kinerja keuangan tetap dilakukan meskipun laporan keuangan tidak diaudit selama 2 tahun berturut-turut atau memperoleh opini\u00a0<em>disclaimer<\/em>, dengan catatan mengenai status audit laporan keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">52.\u00a0PI_F_AL_02: Rasio Operasi (<em>Operating Ratio<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan air limbah. Semakin rendah rasio, semakin efisien. Rasio di atas 100% menunjukkan kerugian operasional. Biaya penyusutan tidak termasuk dalam perhitungan biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"492\" height=\"55\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image058.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1087\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image058.png 492w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image058-300x34.png 300w\" sizes=\"(max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Biaya Operasional:<\/strong>\u00a0Seluruh biaya usaha pokok untuk pengolahan air limbah, tidak termasuk biaya penyusutan, meliputi:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya langsung usaha: Pegawai, listrik, kimia, BBM, pemeliharaan (gedung, IPAL, jaringan pipa).<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya tidak langsung usaha: Biaya administrasi dan umum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Total Pendapatan Air Limbah:<\/strong>\u00a0Seluruh pendapatan usaha, termasuk pendapatan pokok air limbah dan pendapatan non-air limbah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Dasar Penilaian Kinerja:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Minimal 100%: Tidak rugi, tidak laba (nilai minimum).<\/li>\n\n\n\n<li>&lt; 50%: Target ideal untuk efisiensi dan menghasilkan laba.<\/li>\n\n\n\n<li>50% \u2264 x &lt; 70%: Tingkat efisiensi di atas rata-rata.<\/li>\n\n\n\n<li>70% \u2264 x &lt; 90%: Tingkat efisiensi rata-rata.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2265 90%: Tingkat efisiensi kurang baik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Diperlukan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Total Biaya Operasional (termasuk biaya langsung dan tidak langsung, tidak termasuk penyusutan).<\/li>\n\n\n\n<li>Total Pendapatan Air Limbah (pendapatan pokok dan non-air limbah).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong>&nbsp;Laporan Laba Rugi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal air limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara Memperoleh Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ambil nilai biaya operasional dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n\n\n\n<li>Ambil nilai pendapatan dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">53.\u00a0PI_F_AL_03: Rasio Kas (<em>Cash Ratio<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas dan setara kas yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"338\" height=\"70\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image059.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1088\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image059.png 338w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image059-300x62.png 300w\" sizes=\"(max-width: 338px) 100vw, 338px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah Kas:<\/strong>\u00a0Seluruh uang tunai yang ada di perusahaan dan di bank.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Setara Kas:<\/strong>\u00a0Investasi jangka pendek yang sangat likuid dan mudah dikonversi menjadi kas (misalnya deposito, surat berharga jangka pendek).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Kewajiban Lancar:<\/strong>\u00a0Seluruh kewajiban yang harus dilunasi dalam satu tahun buku (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah Kas + Setara Kas:<\/strong>\u00a0Nilai total kas dan setara kas dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Kewajiban Lancar:<\/strong>\u00a0Nilai total kewajiban lancar dari Laporan Neraca.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">54.\u00a0PI_F_AL_04: Efektivitas Penagihan (<em>Collection Efficiency<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur persentase tagihan air limbah yang berhasil diterima pembayarannya dari pelanggan. Semakin tinggi rasio, semakin efektif penagihan dan semakin kecil piutang usaha.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"53\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image061.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1089\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image061.jpg 602w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image061-300x26.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah penerimaan rekening air limbah:<\/strong>\u00a0Total uang yang diterima dari pembayaran rekening air limbah dalam satu tahun berjalan (melalui kas atau bank).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan:<\/strong>\u00a0Total nilai tagihan air limbah yang ditagihkan kepada pelanggan dalam periode yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Diperlukan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jumlah penerimaan rekening air limbah.<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah rekening air limbah yang diterbitkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan Daftar Rekening Ditagih (DRD).<\/li>\n\n\n\n<li>Laporan Arus Kas.<\/li>\n\n\n\n<li>Buku Laporan Penerimaan dan Laporan Rekening yang Ditagih (jika belum ada, perlu disusun).<\/li>\n\n\n\n<li>Iktisar Rekening Air Limbah (biasanya disusun oleh bagian hubungan pelanggan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara Memperoleh Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Data penerimaan rekening air dapat diambil dari Laporan Arus Kas atau dihitung dari saldo awal piutang + pendapatan penjualan air \u2013 saldo akhir piutang (DRD Tertagih).<\/li>\n\n\n\n<li>Data jumlah rekening air diambil dari total nilai tagihan air limbah yang diterbitkan (harga air + beban tetap).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">55.\u00a0PI_F_AL_05: Solvabilitas (%) (<em>Solvability<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Ukuran kemampuan BUMD Pengelola Air Limbah dalam menjamin kewajiban jangka panjangnya dengan total aset yang dimiliki. Menunjukkan kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajiban dengan seluruh asetnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"395\" height=\"67\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image062.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1090\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image062.png 395w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image062-300x51.png 300w\" sizes=\"(max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah Aset:<\/strong>\u00a0Seluruh sumber daya yang dikuasai perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Kewajiban:<\/strong>\u00a0Seluruh kewajiban yang harus dibayar (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah Aset:<\/strong>\u00a0Nilai total aset dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Kewajiban:<\/strong>\u00a0Nilai total kewajiban dari Laporan Neraca.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK, atau BPKP.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">56.\u00a0PI_F_AL_06: Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif (%) \/\u00a0<em>Return on Asset<\/em>\u00a0(ROA)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari total aset yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"392\" height=\"66\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image063.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1091\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image063.png 392w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image063-300x51.png 300w\" sizes=\"(max-width: 392px) 100vw, 392px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Setelah Pajak:<\/strong>\u00a0Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi &#8211; Biaya Operasi &#8211; Biaya Non Operasi &#8211; Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi). Biaya Operasi terdiri dari Biaya Langsung dan Biaya Administrasi &amp; Umum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Total Aset:<\/strong>\u00a0Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku, tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam\u00a0Penyelesaia(tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba bersih setelah pajak:<\/strong>\u00a0Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Total aset:<\/strong>\u00a0Nilai total aset dari Laporan Neraca (Aktiva Lancar + Aktiva Tetap).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">57.\u00a0PI_F_AL_07: Rasio Laba Bersih (%) \/\u00a0<em>Profit Margin<\/em>\u00a0(%)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur persentase laba bersih setelah pajak yang diperoleh dari setiap rupiah pendapatan operasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"466\" height=\"63\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image064.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1092\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image064.png 466w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image064-300x41.png 300w\" sizes=\"(max-width: 466px) 100vw, 466px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Bersih Setelah Pajak:<\/strong>\u00a0Pendapatan Operasi + Pendapatan Non Operasi &#8211; Biaya Operasi &#8211; Biaya Non Operasi &#8211; Pajak (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan Operasi:<\/strong>\u00a0Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari harga jasa pengelolaan, jasa administrasi, dan pendapatan lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari denda administrasi dan lain-lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba bersih setelah pajak:<\/strong>\u00a0Nilai laba bersih setelah pajak dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan operasi:<\/strong>\u00a0Nilai pendapatan operasi dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">58.\u00a0PI_F_AL_08: Rasio Aktiva Lancar terhadap Hutang Lancar \/\u00a0<em>Current Ratio<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia.&nbsp;<em>Current Ratio<\/em>&nbsp;&lt; 1 menunjukkan kondisi&nbsp;<em>ilikuid<\/em>, sedangkan &gt; 1 menunjukkan kondisi&nbsp;<em>likuid<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"460\" height=\"68\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image065.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1093\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image065.png 460w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image065-300x44.png 300w\" sizes=\"(max-width: 460px) 100vw, 460px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aktiva Lancar:<\/strong>\u00a0Kas dan setara kas, piutang, persediaan, pembayaran di muka (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kewajiban Jangka Pendek:<\/strong>\u00a0Seluruh kewajiban lancar pada akhir tahun buku, termasuk hutang usaha, hutang pajak, dan hutang lain-lain (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Dasar Penilaian Kinerja:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Minimal 100%: Batas minimum kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Nilai di atas 100% dianggap baik.<\/li>\n\n\n\n<li>&lt; 90%: Batas tidak wajar, menunjukkan potensi ketidakmampuan membayar kewajiban jangka pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>110% \u2264 x &lt; 125%: Tingkat likuiditas di atas rata-rata.<\/li>\n\n\n\n<li>\u2265 125%: Tingkat likuiditas baik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Diperlukan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jumlah kas + setara kas, persediaan, piutang (dari Aktiva Lancar).<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah kewajiban jangka pendek (Kewajiban Lancar).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong>&nbsp;Laporan Neraca.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP atau BPK.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara Memperoleh Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ambil nilai kas + setara kas dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li>Ambil nilai kewajiban lancar dari Laporan Neraca.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">59.\u00a0PI_F_AL_09: Rasio Hutang Jangka Panjang terhadap Ekuitas \/\u00a0<em>Debt to Equity Ratio<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur proporsi hutang jangka panjang perusahaan dibandingkan dengan modal (ekuitapemilik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"438\" height=\"61\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image066.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1094\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image066.png 438w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image066-300x42.png 300w\" sizes=\"(max-width: 438px) 100vw, 438px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Utang Jangka Panjang:<\/strong>\u00a0Kewajiban yang harus dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, termasuk pinjaman pemerintah, pinjaman luar negeri, dan kredit bank jangka panjang (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekuitas:<\/strong>\u00a0Modal dan cadangan, termasuk penyertaan pemerintah, kekayaan pemda yang dipisahkan, modal hibah, selisih penilaian kembali aktiva tetap, cadangan tujuan, cadangan umum, laba ditahan (akumulasi kerugian), dan laba\/rugi tahun berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Utang jangka panjang:<\/strong>\u00a0Nilai total utang jangka panjang dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekuitas:<\/strong>\u00a0Nilai total ekuitas dari Laporan Neraca.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">60.\u00a0PI_F_AL_10: Debt Service Coverage Ratio (DSCR)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban utang (pokok dan bungyang jatuh tempo dengan laba operasi sebelum biaya penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"421\" height=\"63\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image067.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1095\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image067.png 421w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image067-300x45.png 300w\" sizes=\"(max-width: 421px) 100vw, 421px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Operasi sebelum Penyusutan:<\/strong>\u00a0Pendapatan Operasi &#8211; Biaya Operasi sebelum Biaya Penyusutan (Biaya Langsung + Biaya Administrasi &amp; Umum sebelum Biaya\u00a0Penyusuta(dapat dihitung dari Laporan Laba Rugi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>(Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo:<\/strong>\u00a0Total angsuran pokok utang jangka panjang dan bunga utang jangka panjang yang harus dibayar dalam periode berjalan (tercantum dalam Laporan Neraca atau jadwal pembayaran utang).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong>&nbsp;Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami laba, nilai DSCR adalah 5. Jika tidak memiliki utang berbunga dan mengalami rugi, nilai DSCR adalah 1.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Operasi sebelum Biaya Penyusutan:<\/strong>\u00a0Nilai laba operasi sebelum penyusutan dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>(Angsuran Pokok + BungJatuh Tempo:<\/strong>\u00a0Nilai angsuran pokok dan bunga utang jangka panjang yang jatuh tempo dari Laporan Neraca atau catatan utang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">61.\u00a0PI_F_AL_11: Rasio Aktiva Produktif terhadap Pendapatan Pengelolaan Air Limbah (<em>Asset to Sales Ratio<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rasio yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva produktif dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan air limbah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"510\" height=\"65\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image068.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1096\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image068.png 510w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image068-300x38.png 300w\" sizes=\"(max-width: 510px) 100vw, 510px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aktiva Produktif:<\/strong>\u00a0Aktiva Lancar + Investasi Jangka Panjang + Aktiva Tetap (Nilai Buku), tidak termasuk Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan Pengelolaan Air Limbah:<\/strong>\u00a0Harga Jasa Pengelolaan Air Limbah + Jasa Administrasi + Pendapatan Pengelolaan Air Limbah Lainnya (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aktiva Produktif:<\/strong>\u00a0Nilai total aktiva produktif dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan Pengelolaan Air Limbah:<\/strong>\u00a0Nilai pendapatan pengelolaan air limbah dari Laporan Laba Rugi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">62.\u00a0PI_F_AL_12: Jangka Waktu Penagihan Piutang (<em>Delay in Accounts Receivable<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang usahanya. Semakin pendek jangka waktu penagihan, semakin baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"441\" height=\"91\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image069.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1097\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image069.png 441w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image069-300x62.png 300w\" sizes=\"(max-width: 441px) 100vw, 441px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan Komponen:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Piutang Usaha:<\/strong>\u00a0Piutang Pengelolaan Air Limbah + Piutang Non Pengelolaan Air Limbah + Piutang Ragu-ragu &#8211; Penyisihan Piutang Usaha (tercantum dalam Laporan Neraca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Pendapatan Pengelolaan Air Limbah per hari:<\/strong>\u00a0(Pendapatan Operasi\u00a0SPALD :\u00a0360 hari). Pendapatan Operasi = Pendapatan Pengelolaan Air Limbah + Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah. Pendapatan Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Harga Jasa Pengelolaan, Jasa Administrasi, dan Pendapatan Lainnya. Pendapatan Non Pengelolaan Air Limbah terdiri dari Denda Administrasi dan lain-lain (tercantum dalam Laporan Laba Rugi).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Piutang Usaha:<\/strong>\u00a0Nilai total piutang usaha dari Laporan Neraca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Pendapatan per Hari:<\/strong>\u00a0Nilai Pendapatan Operasi per tahun dari Laporan Laba Rugi dibagi 360 hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika laporan keuangan audit belum tersedia, laporan keuangan internal BUMD Pengelola Air Limbah tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">63.\u00a0PI_F_AL_13: Prosentase Pemenuhan Tarif FCR (%) (<em>Percentage Fulfillment of FCR Tariffs<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Definisi:<\/strong>&nbsp;Persentase perbandingan antara tarif air limbah rata-rata yang berlaku dengan biaya dasar pengelolaan air limbah (Harga Pokok Produksi\/HPP).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"526\" height=\"66\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image071.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1098\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image071.jpg 526w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image071-300x38.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 526px) 100vw, 526px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Data yang Dibutuhkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tarif rata-rata:<\/strong>\u00a0Data tarif air limbah yang diberlakukan oleh BUMD Pengelola Air Limbah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya Dasar:<\/strong>\u00a0Nilai Biaya Dasar (HPuntuk SPALD.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Data:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laporan keuangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Laporan teknik.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>51.\u00a0PI_F_AL_01:\u00a0Return on Equity\u00a0(ROE) Definisi:&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari modal (ekuitayang tersedia. Rumus: Catatan:&nbsp;Jika laba bersih dan ekuitas keduanya negatif, maka nilai ROE adalah 1. Penjelasan Komponen: Data yang Dibutuhkan: Sumber Data: 52.\u00a0PI_F_AL_02: Rasio Operasi (Operating Ratio) Definisi:&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dibandingkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"doc_category":[16],"doc_tag":[],"class_list":["post-1083","docs","type-docs","status-publish","hentry","doc_category-ikal"],"aioseo_notices":[],"year_month":"2026-04","word_count":1912,"total_views":0,"reactions":{"happy":0,"normal":0,"sad":0},"author_info":{"name":"rietiana@gmail.com","author_nicename":"rietianagmail-com","author_url":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/author\/rietianagmail-com\/"},"doc_category_info":[{"term_name":"Indikator Kinerja Air Limbah","term_url":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/docs-category\/ikal\/"}],"doc_tag_info":[],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"rietiana@gmail.com","author_link":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/author\/rietianagmail-com\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"51.\u00a0PI_F_AL_01:\u00a0Return on Equity\u00a0(ROE) Definisi:&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dari modal (ekuitayang tersedia. Rumus: Catatan:&nbsp;Jika laba bersih dan ekuitas keduanya negatif, maka nilai ROE adalah 1. Penjelasan Komponen: Data yang Dibutuhkan: Sumber Data: 52.\u00a0PI_F_AL_02: Rasio Operasi (Operating Ratio) Definisi:&nbsp;Rasio yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dibandingkan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs"}],"about":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/docs"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1083"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1099,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1083\/revisions\/1099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"doc_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/doc_category?post=1083"},{"taxonomy":"doc_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/doc_tag?post=1083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}