{"id":1315,"date":"2025-05-19T08:11:15","date_gmt":"2025-05-19T08:11:15","guid":{"rendered":"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/?post_type=docs&#038;p=1315"},"modified":"2025-05-26T02:07:34","modified_gmt":"2025-05-26T02:07:34","password":"","slug":"bab-ii-variabel-indikator-kinerja-dan-informasi-kontekstual","status":"publish","type":"docs","link":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/docs\/bab-ii-variabel-indikator-kinerja-dan-informasi-kontekstual\/","title":{"rendered":"Variabel,\u00a0Indikator Kinerja dan Informasi Kontekstual"},"content":{"rendered":"\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a>2.1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pendahuluan<\/a><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sebelum dijelaskan mengenai Performance Indikator, variabel dan Informasi Kontekstual ada baiknya kita melihat terlebih dahulu pada buku kinerja BUMD Air Minum, buku kinerja BUMD Air Minum adalah publikasi yang disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengevaluasi dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penyediaan air minum, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), di seluruh Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Maksud dan Tujuan: Tujuan utama penyusunan buku kinerja ini adalah untuk memberikan informasi komprehensif kepada para pemangku kepentingan mengenai capaian kinerja BUMD Air Minum. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan, strategi, program, dan kegiatan yang bertujuan meningkatkan layanan air minum, mendukung perilaku hidup bersih dan sehat, serta mendukung pemulihan ekonomi di daerah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika kita lihat format dari penulisan kinerja dari BUMD Air Minum dapat dilihat pada contoh dibawah ini:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"525\" height=\"682\" class=\"wp-image-1318\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image002-1.png\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image002-1.png 525w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image002-1-231x300.png 231w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-center\">Gambar\u00a0\u00a02. Format Penulisan Kinerja BUMD Air Minum<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Penjelasan dari gambar tersebut di atas<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-columns .custom-table td:nth-child(1) {  width: 20%; } td:nth-child(2) 80%; is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex\">\r\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis: 100%;\">\r\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex\">\r\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\r\n<div class=\"wp-block-group is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\r\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\">\r\n<table class=\"has-fixed-layout\">\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td style=\"text-align: center; background-color: #fc0303;\" width=\"10%\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>A<\/strong><\/span><\/td>\r\n<td>Aspek dan Indikator Kinerja yang dinilai terhadap kinerja BUMD Air Minum, terdiri dari 4 Aspek : KEUANGAN, PELAYANAN, OPERASI dan SDM, setiap aspek masing-masing terdapat indikator-indikator yang dinilai. Dalam sistem kinerja yang baru ini masih menggunakan istilah yang sama, yakni ASPEK dan INDIKATOR KINERJA atau\u00a0<strong>PERFORMANCE INDICATOR (PI)<\/strong>, hanya untuk detailnya ada perubahan dimana memadukan aspek dan indikator berdasarkan Kemendagri 47\/99 dan BPPSPAM dan dapat dilihat detailnya pada lampiran. Pada sistem yang baru aspek yang digunakan adalah\u00a0<strong>KEUANGAN<\/strong>,\u00a0<strong>PELAYANAN<\/strong>,\u00a0<strong>OPERASI<\/strong>,\u00a0<strong>SDM<\/strong>\u00a0dan\u00a0<a><strong>ADMINISTRASI<\/strong><\/a>.Indikator Kinerja atau PI ini merupakan hasil pengolahan\/perhitungan dari rumus atau kondisi tertentu yang dinilai pada sebuah BUMD AM, misalnya rasio pegawai terhadap pelanggan, merupakan perhitungan rumus : <br \/><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1345 aligncenter\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image003-2-300x31.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"31\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image003-2-300x31.png 300w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image003-2.png 403w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><br \/>Pada sistem kinerja yang baru Jumlah Pegwai dan Jumlah Pelanggan dinamakan dengan\u00a0<strong>VARIABEL.\u00a0<\/strong>\u00a0Rincian variabel pada sistem yang baru dapat dilihat pada lampiran.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"text-align: center; background-color: #fc0303;\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>B<\/strong><\/span><\/td>\r\n<td>Kondisi merupakan hasil perhitungan terhadap masing-masing indikator dan hasil ini dikonversi ke sebuah nilai kinerja. Pada sistem yang baru istilah ini tidak berubah.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"text-align: center; background-color: #fc0303;\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>C<\/strong><\/span><\/td>\r\n<td>Total nilai kinerja untuk keseluruhan dan pelabelan kategori kinerja berdasarkan total nilai kinerja. Sementara Label Kategori terdapat 3 label,, yaitu : SEHAT, KURANG SEHAT dan SAKIT. Pada sistem kinerja yang baru label kinerja berubah menjadi\u00a0<strong>BAIK SEKALI, BAIK, CUKUP, KURANG BAIK<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>TIDAK BAIK<\/strong><\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"text-align: center; background-color: #fc0303;\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>D<\/strong><\/span><\/td>\r\n<td>Informasi tambahan, berisi informasi yang diperlukan untuk lebih menjelaskan kondisi BUMD AM yang bersangkutan. Pada sistem yang baru istilah ini dinamakan dengan\u00a0<strong>INFORMASI KONTEKSTUAL<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>CONTEXT INFORMATION<\/strong>.<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari penjelasan tadi dapat disimpulkan bahwa :<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n<li><strong>Variabel<\/strong>\u00a0merupakan data mentah (raw data) yang akan membentuk indikator kinerja dengan rumus atau kondisi tertentu. Variabel inilah yang akan diinput oleh masing-masing BUMD AM. Kedepannya Variabel ini menjadi sumber untuk membentuk Indikator Kinerja dan juga Informasi Konteks.<\/li>\r\n<li><strong>Indikator Kinerja<\/strong>\u00a0 atau\u00a0<strong><em>Performance Indicator (PI)<\/em><\/strong>\u00a0merupakan indikator yang dinilai pada BUMD AM yang dikelompokkaan berdasarkan Aspek.\u00a0 Cara penilaian adalah dengan melihat kondisi indikator di BUMD AM yang merupakan hasil perhitungan (rumus) atau kondisi\u00a0 atau syarat tertentu yang akan dikonversi ke nilai kinerja yang berkisar antara 1 dan 5. Bagaimana rumus atau kondisi dan syaratnya dapat dilihat pada lampiran. Termasuk bagaimana cara mendapatkan datanya (sumber data) serta sistem validasinya.<\/li>\r\n<li><strong>Informasi Kontekstual<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong><em>Context Information (CI)<\/em><\/strong>, merupakan informasi tambahan yang relevan dengan masing-masing Indikator Kinerja yang berfungsi memberikan informasi yang lebih lengkap yang mendukung terhadap indikator kinerja yang dinilai. Informasi konteks inipun diambil dari variabel. Daftar detail mengenai Informasi Kontekstual ini dapat dilihat pada lampiran.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut akan disampaikan contoh di sistem kinerja yang baru mengenai Variabel, Indikator Kinerja dan Informasi Kontekstual di atas:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Indikator Kinerja :<strong>\u00a0RoE (Return on Equity)<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong><em>Definisi:<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>ROE yang memiliki pengertian sebagai suatu rasio untuk mengukur tingkat kemampuan memperoleh laba dari modal (ekuitas) yang ada<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Catatan: Apabila laba bersih negatif (rugi) dan ekuitas negatif maka mendapat nilai 1.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n<li>\u00a0Laba Bersih Setelah Pajak adalah Kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh beban untuk satu periode tertentu (satu tahun) setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam Laporan Laba Rugi.<\/li>\r\n<li>Jumlah Ekuitas adalah jumlah modal ditambah cadangan atau aset dikurangi kewajiban.\r\n\r\n<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong><em>Rumus:<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"304\" height=\"42\" class=\"wp-image-1319\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image004-1.png\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image004-1.png 304w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image004-1-300x41.png 300w\" sizes=\"(max-width: 304px) 100vw, 304px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Dimana:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Jumlah Ekuitas \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :\u00a0 Modal + Cadangan<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><a><strong><em>Validasi :<\/em><\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Rentang Nilai \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &gt;=0<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Toleransi Trend Historis\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<u>+<\/u>10 %<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Maksud dari validasi ini adalah nilai yang dapat diterima oleh sistem:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n<li>Rentang Nilai &gt;=0, artinya nilai RoE harus lebih besar atau sama dengan NOL, jika kurang dari NOL, maka ada kesalahan<\/li>\r\n<li>Toleransi Tren Historis + 10 % artinya secara nilai trend, sistem masih dapat menerima input atau hasil perhitungan batas bawah -10% dan batas atas +10%, contoh:\r\n\r\n<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Diktahui data RoE dari tahun 2021 \u2013 2024 sebagai berikut :<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-table\">\r\n<table class=\" aligncenter\" style=\"height: 294px; width: 32.2557%;\" width=\"696\">\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>Tahun<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\"><strong>RoE (%)<\/strong><\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>2021<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\">5<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>2022<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\">6<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>2023<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\">4<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>2024<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\">7<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 14.5481%; text-align: center;\"><strong>2025<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 17.6341%; text-align: center;\">??<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Menurut Trend Analisis (Gunakan Rumus TREND di MS. EXCEL), maka tahun 2025 nilainya adalah 6,5, maka nilai yang dapat diterima oleh sistem dengan toleransi\u00a0+10 % adalah kisaran antara 5,85 \u2013 7,15, sehingga jika nilai RoE tahun 2025 di luar kisaran tersebut, akan terdapat\u00a0<strong>Red Flag<\/strong>\u00a0sebagai tanda bahwa nilai yang dihitung perlu dicek kembali.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong><em>Nilai Kinerja :<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nilai Kinerja\u00a0 dari RoE, dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-table\">\r\n<table class=\"has-fixed-layout\">\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td><strong>RoE<\/strong><\/td>\r\n<td><strong>Nilai Kinerja<\/strong><\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td>\u2265 10 (%)7 &#8211; &lt; 10 (%)3 &#8211; &lt; 7 (%)0 &#8211; &lt; 3 (%)&lt; 0 (%)<\/td>\r\n<td>54321<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n<p><strong><em>Data dan Sumbernya:<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Data (<strong>Variabel<\/strong>) yg dibutuhkan:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol type=\"a\">\r\n<li>Laba bersih setelah pajak: mengambil angka\/nilai laba bersih setelah pajak yang tertera di dalam laporan laba\/rugi<\/li>\r\n<li>Jumlah ekuitas (modal + cadangan): mengambil angka\/nilai jumlah ekuitas (modal + cadangan) yang tertera di dalam laporan neraca<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Sumber data:<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n<li>Laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP, BPK atau BPKP;<\/li>\r\n<li>Apabila dalam pelaksanaannya ternyata laporan keuangan hasil audit belum tersedia, maka laporan keuangan internal PDAM pada tahun berjalan\/terakhir dapat digunakan sebagai acuan. Laporan keuangan PDAM yang tidak diaudit selama 2 tahun berturut-turut atau memperoleh opini disclaimer tetap dilakukan penilaian kinerja aspek keuangan dengan diberikan catatan bahwa laporan keuangan belum diaudit atau memperoleh opini disclaimer.\r\n\r\n<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n<p><strong><em>Informasi Kontekstual yang Relevan :<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n<p>Informasi kontekstual yang relevan dengan RoE adalah :<\/p>\r\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\" type=\"a\">\r\n<li>Status Administrasi<\/li>\r\n<li>Status Pengelola<\/li>\r\n<li>Kerjasama BUMD AM dengan S<\/li>\r\n<li>Tipe Pelayanan<\/li>\r\n<li>PMPD sampai tahun evaluasi<\/li>\r\n<li>Penyertaan Modal Pemerintah<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<!-- \/wp:post-content -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":4} -->\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><a>2.2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Jenis Proses Penilaian Indikator Kinerja<\/a><\/h4>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Indikator Kinerja diproses berdasarkan variabel dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan menggunakan formula dan menggunakan kriteria atau syarat tertentu.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Contoh :<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":5} -->\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><a>2.2.1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Menggunakan Formula\/Rumus:<\/a><\/h5>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Indikator Kinerja :<strong>\u00a0Efektifitas Penagihan<\/strong><\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p><strong>Efektivitas Penagihan<\/strong>, yang memiliki pengertian\u00a0<strong>sebagai ukuran dalam menakar efektifitas kegiatan penagihan atas hasil penjualan air<\/strong>.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Untuk menghitung Indikator Kinerja Efektifitas Penagihan, menggunakan rumus :<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:image {\"id\":1320,\"sizeSlug\":\"full\",\"linkDestination\":\"none\",\"align\":\"center\"} -->\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"455\" height=\"42\" class=\"wp-image-1320\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image005-1.png\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image005-1.png 455w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image005-1-300x28.png 300w\" sizes=\"(max-width: 455px) 100vw, 455px\" \/><\/figure>\r\n<!-- \/wp:image -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Dimana:<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<ol>\r\n<li><strong>Jumlah Penerimaan Rekening Air<\/strong>\u00a0(Rupiah) adalah penerimaan tunai (penerimaan melalui kas dan \/ atau melalui bank) dalam satu tahun buku atas volume air terjual (jumlah rekening air).<\/li>\r\n<li><strong>Jumlah Rekening Air<\/strong>\u00a0(Rupiah) adalah seluruh jumlah tagihan kepada pelanggan PDAM sesuai DRD air selama satu tahun (DRD air terdiri atas harga air dan beban tetap). Pengertian ini didasarkan bahwa penjualan air PDAM (pendapatan penjualan air) dicatat berdasarkan jumlah air yang dikonsumsi pelanggan pada saat transaksi terjadi, pelanggan tidak langsung membayar<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph --><\/li>\r\n<\/ol>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Seteleh diketahui nilai Efektifitas Penagihannya, maka untuk mengkonversi ke Nilai Kinerja Indikator menggunakan Ketentauan :<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:table -->\r\n<figure class=\"wp-block-table\">\r\n<table class=\"has-fixed-layout aligncenter\" style=\"width: 64.2181%;\">\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\"><strong>Efektifitas Penagihan<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\"><strong>Nilai Kinerja Efektifitas Penagihan<\/strong><\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\">\u2265 90 (%)<\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\">5<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\">85 &#8211; &lt; 90 (%)<\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\">4<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\">80 &#8211; &lt; 85 (%)<\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\">3<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\">75 &#8211; &lt; 80 (%)<\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\">2<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 38.3949%;\">&lt; 75 (%)<\/td>\r\n<td style=\"width: 57.1389%;\">1<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n<!-- \/wp:table -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":5} -->\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><a>2.2.2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Kriteria\/Syarat Tertentu<\/a><\/h5>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Indikator Kinerja :\u00a0<strong>RPAM (Rencana Pengamanan Air Minum)<\/strong><\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p><strong>Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen risiko untuk memastikan air minum yang disediakan oleh PDAM aman dari sumber hingga ke pelanggan. RPAM harus diterapkan oleh setiap PDAM di Indonesia untuk memenuhi standar kualitas air minum sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum dan PP No. 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p><br \/><strong>Kriteria \/Syarat Penilaian :<\/strong><\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>a)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Dokumen RPAM tersedia<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>b)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sistematika RPAM sesuai SE DJCK no.56\/SE\/DC\/2023 tentang Pelaksanaan RPAM atau Perundang-undangan yang berlaku<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>c)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0RPAM disahkan oleh Direktur BUMD AM<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>d)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0RPAM digunakan untuk pengelolaan 3K (Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas) SPAM berbasis risiko<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Dari Kriteria tersebut, maka untuk mengkonvesi Nilai Kinerja Indikator RPAM digunakan ketentuan:<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:table -->\r\n<figure class=\"wp-block-table\">\r\n<table class=\"has-fixed-layout aligncenter\" style=\"width: 67.5977%;\">\r\n<tbody>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\"><strong>RPAM yang ada<\/strong><\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\"><strong>Nilai Kinerja RPAM<\/strong><\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\">Memenuhi semua ketentuan dari 4 ketentuan a,b,c,d<\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\">5<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\">Memenuhi 3 ketentuan dari 4 ketentuan a,b,c,d<\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\">4<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\">Memenuhi 2 ketentuan dari 4 ketentuan a,b,c,d<\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\">3<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\">Memenuhi 1 ketentuan dari 4 ketentuan a,b,c,d<\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\">2<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<tr>\r\n<td style=\"width: 44.1787%;\">Tidak memiliki dokumen RPAM yang masih berlaku<\/td>\r\n<td style=\"width: 35.3395%;\">1<\/td>\r\n<\/tr>\r\n<\/tbody>\r\n<\/table>\r\n<\/figure>\r\n<!-- \/wp:table -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Untuk lebih detailnya Indikator Kinerja mana yang menggunakan formula atau rumus dan mana yang menggunakan syarat tertentu dapat dilihat pada lampiran.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Pemahamaan pada bab ini perlu disampikan agar pada saat mengoperasikan sistem baik itu Administrator, Data Provider dan Member lebih mengerti dengan istilah\u00a0 yang dimaksud serta bagaiman mengolah data serta menghasilkan nilai kinerja indiktor dan juga mengetahui dari mana sumber data yang harus dijadikan rujukan.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:heading -->\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a>2.3\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengelompokkan Variabel, Indikator Kinerja dan Informasi Kontekstual<\/a><\/h2>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a>2.3.1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengelompokan Indikator Kinerja<\/a><\/h3>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Indikator Kinerja BUMD Air ini dikelompokkan seperti pada diagram berikut ini:<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:image {\"id\":1321,\"sizeSlug\":\"full\",\"linkDestination\":\"none\",\"align\":\"center\"} -->\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"436\" height=\"286\" class=\"wp-image-1321\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image006.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image006.jpg 436w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image006-300x197.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 436px) 100vw, 436px\" \/><\/figure>\r\n<!-- \/wp:image -->\r\n\r\n<!-- wp:image {\"align\":\"center\"} -->\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"PETUNJUK%20PENGGUNAAN%20APLIKASI%20SISTEM%20TOLOK%20UKUR%20KINERJA%20BUMD%20AM_files\/image007.png\" alt=\"Gambar  3.Pengelompokkan Indikator Kinerja\" \/><\/figure>\r\n<!-- \/wp:image -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Pada aplikasi pengelompokkan ini dinamakan dengan\u00a0<strong>ASPEK.<\/strong><\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":3} -->\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a>2.3.2\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengelompokan variabel<\/a><\/h3>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Variabel\u00a0 yang digunakan untuk membentuk Indikator Kinerja maupun yang menjadi Informasi Kontekstual dalam penulisannya dikelompokkan untuk memudahkan identifikasi. Berikut pengelompokan dari Variabel.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:image {\"id\":1322,\"sizeSlug\":\"full\",\"linkDestination\":\"none\",\"align\":\"center\"} -->\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"465\" height=\"382\" class=\"wp-image-1322\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image008.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image008.jpg 465w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image008-300x246.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 465px) 100vw, 465px\" \/><\/figure>\r\n<!-- \/wp:image -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph {\"align\":\"center\"} -->\r\n<p class=\"has-text-align-center\" style=\"text-align: center;\">Gambar\u00a0\u00a04. Pengelompokkan Variabel<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Pada aplikasi pengelompokkan ini dinamakan\u00a0<strong>\u00a0HEADER VARIABEL.\u00a0<\/strong>Setiap header variabel akan dibagi kelompok lagi menjadi kelompok variabel. Untuk detailnya dapat dilihat pada lampiran.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:heading {\"level\":5} -->\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><a>2.3.3\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengelompokkan Informasi Kontekstual<\/a><\/h5>\r\n<!-- \/wp:heading -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Seperti halnya Indikator Kinerja dan Variabel, Informasi Kontekstualpun dikelompokan untuk memudahkan identifikasi.<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph -->\r\n<p>Pada aplikasi pengelompokkan ini dinamakan dengan\u00a0<a><strong>KATEGORI INFORMASI KONTEKS<\/strong><\/a><strong>.\u00a0<\/strong>Untuk detailnya pengelompokan Informasi Konteks ini dapat dilihat pada lampiran. Kelompok Informasi Kontekstual ini secara umum dapat dilihat pada diagram berikut ini :<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->\r\n\r\n<!-- wp:image {\"id\":1323,\"sizeSlug\":\"full\",\"linkDestination\":\"none\",\"align\":\"center\"} -->\r\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"601\" height=\"405\" class=\"wp-image-1323\" src=\"https:\/\/index.kinerjabumdam.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image009.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image009.jpg 601w, https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image009-300x202.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 601px) 100vw, 601px\" \/><\/figure>\r\n<!-- \/wp:image -->\r\n\r\n<!-- wp:paragraph {\"align\":\"center\"} -->\r\n<p class=\"has-text-align-center\" style=\"text-align: center;\">Gambar\u00a0\u00a05. Pengelompokkan Informasi Konteks<\/p>\r\n<!-- \/wp:paragraph -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2.1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pendahuluan Sebelum dijelaskan mengenai Performance Indikator, variabel dan Informasi Kontekstual ada baiknya kita melihat terlebih dahulu pada buku kinerja BUMD Air Minum, buku kinerja BUMD Air Minum adalah publikasi yang disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengevaluasi dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"doc_category":[24],"doc_tag":[],"class_list":["post-1315","docs","type-docs","status-publish","hentry","doc_category-userguide"],"aioseo_notices":[],"year_month":"2026-04","word_count":1437,"total_views":0,"reactions":{"happy":0,"normal":0,"sad":0},"author_info":{"name":"rietiana@gmail.com","author_nicename":"rietianagmail-com","author_url":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/author\/rietianagmail-com\/"},"doc_category_info":[{"term_name":"Petunjuk Penggunaan Aplikasi Sistem Tolok Ukur Kinerja BUMDAM","term_url":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/docs-category\/userguide\/"}],"doc_tag_info":[],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"rietiana@gmail.com","author_link":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/author\/rietianagmail-com\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"2.1\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pendahuluan Sebelum dijelaskan mengenai Performance Indikator, variabel dan Informasi Kontekstual ada baiknya kita melihat terlebih dahulu pada buku kinerja BUMD Air Minum, buku kinerja BUMD Air Minum adalah publikasi yang disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengevaluasi dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs"}],"about":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/docs"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1315"}],"version-history":[{"count":33,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1962,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/docs\/1315\/revisions\/1962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"doc_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/doc_category?post=1315"},{"taxonomy":"doc_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kinerjabumdam.org\/fp\/wp-json\/wp\/v2\/doc_tag?post=1315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}